Just another WordPress.com site

Galeri

Jogja…  tempat yang sangat menarik dan harus dikunjungi.  Entah karena ‘kekuatan’ magisnya atau karena ‘manis’ gudeg-nya, yang jelas kota ‘tua’ ini seperti memiliki magnet alam.  Beberapa tempat sudah saya jelajahi, namun sepertinya memang tidak pernah ada kata cukup untuk menikmati ‘gemulai’-nya.  Makanan, batik, keraton, tugu, merapi hingga pantai selatannya juga seabrek kekayaan yang tak akan habis kau nikmati disana.  Kapan ke Jogja lagi yach?

Kami cuman dua bersaudara, namun sangat berbeda.  Jogja mampu ‘mempersatukan’ kami dan dari Jogja juga kami ‘berpisah’ mengikuti kata hati masing-masing.  Saya ke Jakarta menjadi ‘jauh’ dari orang tua sedangkan beliau kembali ke ‘pangkuan’ tanah kelahiran.  Namun, dari Jogja kami sama-sama belajar bahwa kebersamaan adalah anugerah sebab seperti kata orang Jogja: “mangan ora mangan sing penting ngumpul

Foto ini sudah usang, bukan karena usia pernikahan, tapi karena memang scaner yang kurang baik.  Kami pun tetap menjalani masa-masa pernikahan sembari memberi makna pada foto yang ‘usang’ ini.

Ini Catherine, artinya murni.  Nama lengkap putri saya ini: Catherine Eucharistia de Jong Gunde.  Dalam beberapa hal kami berdua berbeda, misalnya: ia pintar sekali berpose sedangkan saya tidak suka difoto; ia menyukai bahasa (antara lain Inggris dan Mandarin), sedangkan saya bahkan bahasa nenek moyang pun saya ‘belepotan’.  Namun yang pasti ada darah saya mengalir dalam tubuhnya.


Putri kedua kami ini kemudian dinamai: Christabel Eirene de Jong Gunde. Banyak orang bilang dia ‘papa banget’, yang jelas harapan kami orang tua ada pada mereka berdua. Semoga Christabel tetap ‘mengepalkan tangan’ untuk nantinya siap meneriakkan: MERDEKA, MERDEKA, MERDEKA.

Saya lahir dari generasi pendidik.  Entah kenapa saya begitu menyukai pekerjaan ini.  Memikirkan sesuatu dan merenungkannya lebih dalam dan berusaha menyajikannya menjadi sesuatu yang maknyus di depan para pendengar.  Semoga saja ini bukan hanya ada ‘gen’ pengajar yang sedang mengalir melalui darah saya, tetapi oleh karena gift from God’s.

Sesungguhnya ada banyak orang yang menolong saya bertemu dengan jalan baik ada hidup ini.  Salah satu yang mampu terdokumentasi adalah beliau ini.

Mengajar, berkhotbah, dan memimpin seminar sudah beberapa kali saya jalani.  Namun menjadi pembina upacara adalah pengalaman pertama saya.   Ya, saya menjadi pembina upacara saat peringatan Kemerdekaan RI yang dilaksanakan di kampus STTRII.  Terima kasih untuk pengalaman baru ini.

DSC_1713+logo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: