Just another WordPress.com site

Nilai kemanusiaan merupakan essensi yang paling berharga dalam kehidupan.  Memiliki dan mengamalkannya merupakan tuntutan tertinggi selama masih ada eksistensi kehidupan.  Beberapa mengupayakan kesejahteraan, beberapa disibukkan dengan memelihara kedamaian, tidak sedikit yang berjuang bagi keadilan. 
Pada sisi yang lain, ada juga makluk yang serakah, egois dan sombong.  Merasa sebagai makluk unggul yang digdaya, manusia super yang antisosial, serta pribadi megah yang harus dijunjung tinggi.  Demikianlah kehidupan diwarnai dengan pelbagai keterbatasan.
Apakah kesejahteraan, kedamaian dan keadilan mampu bertahan dimuka bumi ini? Sebaliknya, apakah keserakahan, keegoisan dan kesombongan telah sedemikian melekat dan tidak bisa dimusnahkan?  Apakah ada harapan dimasa depan akan bangkitnya pejuang-pejuang kesejahteraan, kedamaian dan keadilan? Ataukah nurani manusia telah sedemikian dikotori oleh keserakahan, keegoisan dan kesombongan!
Dalam konteks tersebutlah seharusnya mindset nilai-nilai kemanusiaan tiba pada kesadaran untuk sepenuhnya bergantung pada Dia – Sang Khalik, yang olehnya kita disadarkan bahwa kemanusiaan memiliki keterbatasan.  Keterbatasan untuk memiliki dan mengamalkan nilai-nilai kemanusiaan yang ilahi yaitu kesejahteraan, kedamaian dan keadilan. Sejatinya nilai-nilai tersebut adalah atribut Sang Khalik dan kepada-Nya kemanusi√†n itu menjadi sangat terbatas sehingga harus sepenuhnya bergantung, berserah dan tunduk. Ya, inilah keunggulan kita manusia: finitum non capax infinitum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: