Just another WordPress.com site

By. John Piper
1. Yesus Kristus, seperti Dia dinyatakan kepada kita di dalam Perjanjian Baru, dan Dia menonjol di semua tulisan itu, Dia sendirian dan terlalu besar untuk diciptakan sampai-sampai begitu seragam oleh semua penulis ini. Kekuatan Yesus Kristus tergambar dalam tulisan-tulisan ini; tulisan-tulisan itu tidak menciptakan kekuatan. Yesus jauh lebih besar dan lebih menarik dari semua saksi matanya. Realitas Yesus berdiri teguh mendukung tulisan-tulisan itu sebagai hal luar biasa, kejadian global yang berdiri mendukung dibelakang ribuan pekabar. Sesuatu yang luar biasa telah mendorong saksi-saksi, yang beragam, menceritakan berbagai cerita menakjubkan dalam berbagai variasi tapi tetap menyatu tentang Yesus Kristus.

2. Tidak ada seorangpun pernah menjelaskan tentang kubur kosong Yesus di lingkungan yang memusuhi-Nya di Yerusalem, dimana musuh-musuh Yesus akan melakukan segala hal untuk memperlihatkan mayat itu masih ada, tetapi tidak bisa. Upaya awal untuk menutupi skandal kebangkitan terlihat berkontradiksi dengan seluruh pengalaman manusia : para murid tidak mencuri jenazah itu (Matius 28:13) dan kemudian mengorbankan jiwa mereka untuk memberitakan Injil Agung berdasarkan kebohongan. Teori modern menyatakan Yesus tidak mati tapi mati suri, dan kemudian terbangun di dalam kubur dan mendorong batu kubur serta membohongi para murid, yang skeptis, untuk percaya bahwa Dia bangkit sebagai Tuhan alam semesta —- teori ini tidak menarik.

3. Musuh sinis Kekristenan sangat banyak, (tetapi) dimana klaim-klaim dibuat bahwa banyak saksi mata tersedia untuk dikonsultasikan tentang kebangkitan Yesus dari kematian. “Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal” ( 1 Korintus 15:6). Klaim-klaim seperti itu akan terlihat langsung sebagai kebohongan, jika mereka bisa. Tapi kita tahu tidak ada pernyataan (mengenai hal itu). Saksi mata akan kebangkitan Tuhan sangat banyak ketika klaim sangat penting itu dinyatakan.

4. Gereja mula-mula memiliki kegigihan iman dan kasih dan pengorbanan berdasarkan Yesus Kristus yang nyata. Karakter gereja-gereja ini dan inti Injil akan berkat dan pengampunan, dan keberanian laki-laki dan perempuan — bahkan menghadapi kematian — tidak cocok untuk masuk dalam hipotesa histeria massal. Mereka tidak seperti itu. Sesuatu yang benar-benar nyata dan luar biasa besar telah terjadi di dunia dan mereka cukup dekat untuk mengetahuinya, dan diyakinkan oleh itu, dan tercengkram oleh kekuatannya. Sesuatu itu adalah Yesus Kristus, seperti yang mereka nyatakan, bahkan saat kematian menjemput mereka bernyanyi.

5. Nubuat-nubuatan Perjanjian Lama menemukan penggenapannya dalam sejarah Yesus Kristus. Saksi penggenapan nubuatan ini terlalu banyak, terlalu beragam, terlalu rumit dan terlalu terjalin masuk kedalam sejarah gereja Perjanjian Baru dan begitu banyak tulisan-tulisan itu untuk bisa dimanupulasi oleh semacam konspirasi besar. Memasuki detil-detil, Yesus Kristus menggenapi belasan nubuatan Perjanjian Lama yang membenarkan kebenaran-Nya.

6. Para saksi mata Yesus Kristus yang menulis injil-injil Perjanjian Baru dan surat-surat bukanlah orang yang mudah ditipu atau pembohong atau gila. Hal ini terlihat dari dalam tulisan-tulisan itu sendiri. Buku-buku itu memperlihatkan tanda-tanda intelektual dan sangat sadar dan dewasa dan mempunyai visi moral yang sangat menawan. Mereka memperoleh kepercayaan kita sebagai saksi mata, terutama ketika semua hal dipersatukan dengan penyatuan besar, tetapi secara khas berbeda, pesan mengenai Yesus Kristus.

7. Pandangan akan dunia yang muncul dari penulisan-penulisan Perjanjian Baru secara realitas lebih masuk akal daripada sudut pandang lainnya. Hal ini tidak saja cocok dengan hati manusia, tetapi juga kosmos dan sejarah dan Allah ketika Dia menyatakan diri di dalam alam dan (orang) menyadarinya. Sejumlah orang mungkin sampai pada kesimpulan ini setelah banyak berefleksi, yang lain mungkin sampai pada keyakinan ini dengan pre-refleksi, rasa intiutif yang dalam kecocokan Kristus dan pesan-Nya bagi dunia yang mereka tahu.

8. Ketika seseorang melihat Kristus sebagaimana Dia sebenarnya digambarkan di dalam Injil, maka ada cahaya spiritual yang memberikan keotentikannya sendiri. “Dari dalam gelap akan terbit terang!” (2 Korintus 4:6), dan langsung dipandang oleh Roh — terbangun di hati sebagai cahaya yang bisa dilihat oleh mata. Mata tidak membantah bahwa itu ada cahaya. Melihat Cahaya.

9. Ketika kita melihat dan percaya akan kebesaran Allah di dalam Injil, Roh Kudus diberikan untuk kita sehingga kasih Allah akan “karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”(Roma 5:5). Pengalamam kasih Allah ini diketahui oleh hati melalui Injil-Nya, yang mati untuk kita ketika kita masih berdosa, meyakinkan kita bahwa harapan yang dibangkitkan oleh semua bukti-bukti yang sudah kita lihat tidak akan mengecewakan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: