Just another WordPress.com site

By. John Piper
Ketika sang pemazmur berseru, “Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?” jawabannya adalah, “Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN” (Mazmur 116:12-13). Jadi, mengartikannya ke dalam Natal: Yesus memberi hadiah berupa dirinya sendiri dan kita bertanya, “Sekarang balasan apa yang bisa saya berikan kepada Yesus atas semua manfaat pelayanan-Nya?” Jawaban: Mintalah pertolongannya. Itulah hadiah yang Ia inginkan.

Alasan mengapa Kristus menginginkannya adalah karena ia selalu ingin mendapatkan kemuliaan sementara kita mendapatkan manfaat. Kemuliaan datang kepada-Nya ketika kita bergantung pada-Nya bukannya berusaha memperkaya Dia. Jika kita datang kepada-Nya dengan hadiah-hadiah—seakan-akan ia membutuhkan sesuatu—maka kita menempatkannya dalam posisi orang yang kekurangan, dan kita yang memberikan dukungan. Ia selalu ingin menjadi sosok yang sangat berkecukupan.Karena itu satu-satunya hadiah yang bisa kita bawa kepada Yesus adalah pujian, syukur, kerinduan, dan kebutuhan.

Sebuah mata air tidak dimuliakan dengan kira mengangkat ember-ember air kotor ke atas gunung dan menumpahkannya ke mata air itu. Sebaliknya, sebuah mata air—sumber air di gunung—dimuliakan ketika kita rebah di tepian aliran air, menaruh wajah kita, minum, bangkit dan berkata,”Ah!” Itulah yang disebut penyembahan. Kemudian kita mengambil sebuah ember, mencelupkannya ke dalam mata air, menuruni bukit menuju orang-orang di lembah yang tidak tahu bahwa mata air itu ada, dan kita berkata, “Kecaplah! Ada di atas sana, dan nama-Nya Yesus!” Hadiah yang diinginkan mata air itu adalah orang-orang yang minum, karena dengan demikian mata air itu tampak berlimpah, kaya, dan berkecukupan. Dan Ia menginginkan kita tepat seperti itu.

Bukankah kita sedang memberi kepada Allah saat kita memberi kepada orang miskin (Matius 25:40)?

Ya, tapi apa yang kita berikan? Jelas Yesus sekarang berada di surgam bangkit, penuh kemenangan, dan menyediakan semua yang kita bawa kepada orang miskin. Itulah sebuah pengajaran yang jelas, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:19).

Jadi jika Anda memiliki sesuatu untuk dbawa kepada seorang tahanan, pakaian untuk dipakaikan kepada yang telanjang, minuman untuk orang yang haus, pelayanan yang diberikan kepada pengungsi, Anda mendapatkan semuanya itu dari Yesus. Anda tidak mungkin memperkaya Yesus. Jadi apa yang berikan kepada Yesus? Anda memberinya kehormatan, sanjungan, dan kemuliaan.

Juga ingatlah bahwa di dalam nats ini Yesus menyebut orang-orang yang menerima manfaat ini “saudaraku”. Itu artinya bahwa jika Anda memberi kepada orang miskin maka Anda memilih untuk memberkati, atas biaya Anda sendiri, saudara-saudara Yesus. Anda memperlakukan mereka dengan hormat karena mereka milik Yesus.

Yesus tidak membutuhkan makanan atau pakaian. Ia bersuka dalam menerima hormat yang diterima oleh nama-Nya ketika kita memilih untuk berkata, “Kepada saudaranyalah aku akan mengasihi dan berkorban.” Jadi, selama kita berbicara tentang memberi kepada Yesus—dalam konteks Matius 25:40—kita harus memahami bahwa apa yang sedang terjadi adalah bahwa Kristus sedang dihormati, dimuliakan, dan dihargai, karena saudara-saudara Kristulah yang mau kita layani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: