Just another WordPress.com site

by. John Piper

Apabila masa depan kita tidak dijamin dan dipuaskan oleh Tuhan, maka kita akan merasa khawatir secara berlebihan. Hal ini bisa mengakibatkan ketakutan yang melumpuhkan atau cara mengatur diri, menjadi serakah. Pada akhirnya kita akan berpikir tentang diri kita sendiri, masa depan kita, masalah – masalah kita dan potensi kita, dan hal – hal tersebut menghalangi kita untuk melakukan kasih kepada orang lain.

Dengan kata lain, pengharapan adalah tempat asal kasih orang Kristen yang melibatkan pengorbanan diri. Hal ini terjadi karena kita membiarkan Tuhan memikirkan kita sehingga kita tidak sibuk melakukan banyak hal untuk memikirkan diri sendiri. Kita berkata, “ Tuhan, saya hanya ingin berada di dekat orang – orang lain besok, karena saya tahu Tuhan akan ada di sana untuk saya.”

Apabila kita tidak memiliki pengharapan bahwa Kristus ada untuk kita, maka kita akan terikat pada pertahanan diri dan penguatan diri. Tetapi apabila kita menyerahkan diri kita untuk di rawat dan diperhatikan Tuhan untuk masa depan kita – baik lima menit ataupun lima abad dari sekarang – maka kita bisa terbebas dari memikirkan diri sendiri dan kita bisa mengasihi orang lain. Dengan begitu kemuliaan Tuhan akan terpancar lebih jelas, karena dengan cara itulah Dia akan tampak.

Pada saat Tuhan memuaskan kita dengan mendalam sehingga kita bebas dan mampu mengasihi orang lain, maka manifestasi Tuhan akan lebih terlihat. Dan itulah yang kita inginkan lebih dari apapun.

Apakah perbedaan antara definisi Kristen tentang pengharapan dan bagaimana pengharapan itu digunakan?

Dalam kosa kata Bahasa Inggris biasanya kata ‘pengharapan” dibedakan dari kata kepastian. Kita akan berkata, “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, tetapi saya harap hal itu terjadi.”

Jika anda membaca kata “pengharapan” dalan Alkitab (seperti yang tertulis pada 1 Petrus 1: 13 –“letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dikaruniakan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus”), pengharapan bukanlah pemikiran yang tidak pasti. Pengharapan bukanlah kalimat seperti ini, “Saya tidak tahu apakah akan terjadi, tapi saya harap hal itu terjadi.” Hal itu sama sekali bukan hal yang dimaksud dari pengharapan Kristen.

Pengharapan Kristen adalah pada saat Tuhan sudah berjanji bahwa sesuatu akan terjadi dan anda meletakkan kepercayaan anda di dalam janji tersebut. Pengharapan Kristen adalah sebuah kepercayaan bahwa sesuatu akan terjadi dengan pasti karena Tuhan sudah menjanjikannya dan hal itu pasti terjadi.

Bagaimana kita membangun pengharapan kita di dalam Tuhan?

Pengharapan adalah bagian penting dari iman. Iman dan pengharapan, dalam pikiran saya, adalah kenyataan yang saling bersentuhan: pengharapan adalah iman tentang waktu yang akan datang. Jadi sebagian besar bagian dari iman adalah pengharapan.

Alkitab berkata, “Jadi iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”(Roma 10:17). Hal ini mengandung pengertian bahwa pengharapan, seperti iman, juga dikuatkan oleh firman Tuhan. Pengaharapan timbul dari menbaca janji – janji-Nya yang hebat dan berharga dan melihat kepada Kristus yang telah menebus mereka.

Saya akan menyimpulkan seperti ini: Ayat Alkitab yang paling penting bagi saya, mungkin, adalah Roma 8:32:

Ia yang tidak menyayangkan anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimana mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama – sama dengan Dia?
Sekarang, bagian terakhir dari pengharapan adalah melakukannya. Tetapi hal itu didasari oleh pernyataan yang kokoh seperti batu karang bahwa “ Tuhan tidak menyayangkan anak-Nya sendiri.”

Jadi, inti dari apa yang kita lihat dalam alkitab untuk membangun pengharapan kita adalah, ‘Apa yang sudah dilakukan Kristus kepada saya dalam kondisi keberdosaan saya, sehingga saya mampu mengetahui bahwa saya tidak akan menghadapi penghakiman dan penghukuman dan bahwa segala sesuatu bekerja bersama – sama untuk kebaikan saya? Dan jawabannya adalah bahwa Kristus mati untuk saya, bangkit lagi untuk saya, dan sehingga segala janji – janji Tuhan berlaku di dalam Dia.

Sekarang, marilah kita mengalihkan pandangan kita dari situasi – situasi yang menyerang kita, marilah lihat kepada Kristus, marilah lihat janji – janji-Nya dan peganglah erat – erat janji tersebut. Pengharapan berasal dari janji – janji Tuhan yang berakar di dalam hal – hal yang dilakukan Kristus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: