Just another WordPress.com site

Sekolah dan Nilai Ujian

Senang atau tidak, sekolah adalah tempat kita menuntut ilmu selama minimal 12 tahun dalam seluruh usia hidup anda. Ini dapat merupakan tahun-tahun yang membosankan atau menyenangkan. Hal tersebut tergantung pada bagaimana anda menggunakan masa-masa sekolah. Salah satu faktor kebosanan sekolah adalah nilai yang jelek. Bagian berikut ini kita akan melihat bagaimana caranya mengubah nilai sekolah yang jelek. Tidak mengherankan bahwa nilai sekolah merupakan penyebab mendasar dan terbesar dari kecemasan di kalangan remaja. Nilai dapat berarti lulus atau tidak lulus, naik kelas atau tidak naik kelas. Buku Measurement and Evolution in the School berkata : “hasil-hasil tes dapat memperlihatkan bidang-bidang mana yang kuat dan lemah dari murid-murid secara pribadi dan merupakan alat pendorong untuk belajar di masa yang akan datang”. Nilai anda juga dimaksudkan untuk memberi orang tua anda pandangan tentang keadaan anda di sekolah-baik atau buruk-
Namun, terlalu memikirkan nilai dapat menimbulkan tekanan yang mengecilkan hati dan mengobarkan persaingan yang sengit. Sebuah buku mengenai masa remaja mengungkapkan bahwa para siswa yang berniat memasuki universitas khususnya dapat “terperangkap dalam persaingan yang membingungkan yang menekankan nilai serta peringkat kelas sebaliknya dari belajar.” Salomo berkata : “Aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seorang terhadap yang lain. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin” (Pengk. 4:4)
Selain itu, pendidikan tidak hanya berarti mendapatkan nilai-nilai tertinggi dalam kelas. Pendidikan berarti mengembangkan apa yang di sebut Salomo “kesanggupan berpikir”, keahlian untuk menerima keterangan yang masih mentah dan menarik kesimpulan yang masuk akal dan praktis darinya. Seorang remaja yang berhasil memperoleh nilai lulus dengan cara menebak, belajar dengan tergesa-gesa, atau bahkan menyontek, tidak pernah benar-benar belajar cara berpikr. Memandang nilai ujian memang penting, bukan sebagai tujuan melainkan sebagai alat untuk mengukur kemajuan anda di sekolah. Jadi, bagaimana anda dapat memperoleh nilai yang mencerminkan kesanggupan anda?
Alkitab mengatakan : “si pemalas penuh keinginan, tetapi jiwanya kosong” (Ams. 13:4 NW). Ya, kemalasan sering kali adalah penyebab yang sesungguhnya dari nilai yang rendah. Rasul Paulus berkata bahwa ia harus “menyiksa tubuhnya” untuk mencapai tujuan (1 Kor.9:27). Anda juga mungkin harus bersikap keras terhadap diri sendiri teristimewa jika TV atau gangguan lain mudah menyimpangkan perhatian anda dalam belajar. Anda mungkin bahkan dapat mencoba menaruh sebuah tanda peringatan diatas TV : “tidak boleh nonton TV sampai selesai belajar”
Dalam Filipi 3:16, Paulus menganjurkan seorang Kristen untuk “tetap hidup menuruti peraturan yang sudah kita ikuti sampai saat ini.” Paulus sedang berbicara tentang rutin kehidupan orang Kristen. Namun, sesuatu yang rutin, atau pola dalam mengerjakan sesuatu, juga bermanfaat jika diterapkan pada metode belajar anda. Misalnya cobalah mengorganisasi apa yang akan anda pelajari.
Jika tugas anda membutuhkan banyak membaca, anda dapat mencoba metode berikut ini : pertama-tama, TINJAU bahan. Lihat sepintas bahan yang ditugaskan, lihat judul-judul kecil, bagan-bagan, dsb, untuk mendapatan gambaran yang menyeluruh dari bahan itu. Selanjutnya buatlah PERTANYAAN-PERTANYAAN berdasarkan judul-judul pasal atau kalimat-kalimat topik. Sekarang BACA, carilah jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan ini. Setelah anda selesai tiap paragraf atau bagian, CERITAKAN KEMBALI, atau ingat kembali, apa yang sudah anda baca, tanpa melihat buku. Dan pada waktu anda sudah menyelesaikan seluruh tugas, ULANGI dengan meninjau sekilas judul-judulnya dan menguji ingatan anda mengenai tiap bagian.
“Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya” (Ams. 27:17). Mungkin seorang teman atau orang tua anda akan senang melatih anda dengan pertanyaan-pertanyaan atau mendengarkan anda mengulangi di luar kepala bahan-bahan yang diterima di kelas. Pada intinya : “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan (Ams. 1:7). Selamat belajar !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: