Just another WordPress.com site

Ajaran tentang kehidupan di antara kematian fisik dan kebangkitan tubuh adalah salah satu pokok yang cukup sulit untuk dibahas, mengingat data Alkitab yang menguraikan pokok ini sangat terbatas. Walaupun demikian, informasi yang sangat sedikit di dalam Alkitab tetap harus diselidiki, sehingga sekalipun jawaban yang diperoleh tidak menjawab secara tuntas tentang pokok ini, tetapi setidak-tidaknya dapat memberikan sedikit pemahaman kepada orang percaya di sekitar ajaran yang berkaitan dengan kehidupan di antara kematian fisik dan kebangkitan tubuh.

Teori yang berkembang
1. Teori yang menolak kehidupan jiwa setelah kematian
Teori ini menolak anggapan bahwa jiwa itu tetap hidup walaupun tubuh fisik manusia itu telah mati (rusak). Salah satu tokoh yang mencetuskan ajaran ini adalah D.R.G Owen. Dalam pandangannya tentang kodrat manusia, Owen menolak ajaran yang mengatakan bahwa jiwa manusia itu tetap hidup walaupun tubuhnya sudah hancur di dalam tanah. Bagi Owen, paham tentang kehidupan manusia setelah kematian di dalam kekristenan, sebenarnya tidaklah berasal dari pandangan Ibrani, yang adalah akar dari kekristenan. Tetapi ajaran ini sebenarnya menyusup masuk dari ajaran filsafat Yunani. Alasan Owen adalah bahwa ajaran Ibrani tentang manusia adalah bahwa manusia itu terdiri dari tubuh yang hidup. Jiwa dan roh hanyalah ungkapan tubuh dalam keadaan hidup dan aktif. Apabila tubuh manusia mati, maka jiwa dan roh juga ikut mati.

2. Teori tantang Tubuh Sementara
Salah satu tokoh yang dihubungkan dengan teori ini adalah Lewis Sperry Chafer, yang di dalamnya ia mengemukakan bahwa pada saat orang-orang beriman meninggal, mereka diberikan tubuh sementara sehingga jiwanya tidak berada dalam keadaan tanpa tubuh, antara waktu tubuh fisiknya dan kebangkitannya di waktu Yesus datang kembali kedua kalinya. Chafer mendasarkan uraiannya ini pada 2 Korintus 5:1-4. Ajaran ini dicetuskan oleh John Calvin, yang dengan tegas menolak pandangan tentang jiwa dalam kedaan tidur pada rentang waktu antara kematian dan kebangkitan. Calvin mengatakan jiwa orang-orang benar yang sudah mati akan hidup dan menikmati istirahat yang tenang dalam kebahagiaan, tetapi kebahagiaan yang sempurna baru akan dinikmati pada saat kebangkitan tubuh.

Beberapa Pengamatan
Di dalam tulisannya tentang eskatology, Ralph Thomson menguraikan beberapa bagian Alkitab sebagai bukti untuk mendukung ajaran tentang jiwa orang percaya yang ada dalam Tuhan sebagai bukti untuk mendukung ajaran tentang jiwa orang percaya yang ada dalam keadaan sadar dan menikmati kebahagiaan, yaitu:

Lukas 16:19-31, yang berbicara tentang orang kaya dan Lazarus yang miskin. Pada saat mereka meninggal, orang kaya yang tidak berbelas kasihan itu masuk dengan sadar ke dalam penderitaan, sementara Lazarus yang miskin masuk ke dalam kebahagiaan, yang digambarkan sebagai berada di atas pangkuan Abraham. Pangkuan Abraham melukiskan suatu kebahagiaan yang luar biasa bagi orang Yahudi, yang tentunya sangat bahagia jika ia dapat dibawa ke pangkuan Abraham yang adalah leluhur mereka.

Filipi 1:23, dimana Paulus mengatakan bahwa berdiam bersama Kristus setelah kematian adalah jauh lebih baik. Ini berarti berdiam bersama Kristus adalah mengacu pada suatu keadaan yang aktif dan penuh kesadaran. Tentu rasul Paulus tau bahwa apa yang ia katakan adalah tidak mengacu kepada keadaan bersama-sama Kristus setelah kebangkitan, karena konteks yang ia bicarakan adalah menyangkut penderitaan yang ia alami pada saat ia berjuang untuk memberitakan Injil di tengah-tangah tekanan dan penderitaan. Karena itu, dapatlah diduga bahwa maksud berdiam bersama Kristus di sini adalah mengacu kepada keadaan setelah kematian fisik.

Wahyu 6:9-11, dimana rasul Yohanes berbicara tentang jiwa orang-orang Kristen yang mengalami mati syahid karena mempertahankan iman mereka, pada masa penindasan, yang mempertanyakan hukuman atas orang-orang jahat kepada Anak Domba. Ini adalah sesuatu yang berlangsung sebelum penghakiman terakhir. Dengan melihat kepada beberapa fakta di atas, maka dapatlah disimpulkan bahwa:
1. Perjanjian Baru mendukung dan mengajarkan bahwa pada saat seseorang mengalami kematian fisik, tubuhnya kembali ke bumi dan rohnya masuk ke dalam keadaan sadar, entahkah itu penuh dengan kebahagiaan maupun ke dalam hukuman, tetapi keadaan-keadaan itu belumlah sempurna, sampai kebangkitan tubuh ini terjadi dan penghakiman terakhir terhadap setiap orang diputuskan berdasarkan perbuatan-perbuatannya

2. Perjanjian Baru juga mengajarkan bahwa tubuh orang yang telah mati akan dibangkitkan dan diubah pada masa kebangkitan

Karena kedua ajaran ini di ajarkan di dalam Perjanjian Baru, maka benarlah bahwa pada saat seseorang meninggal, jiwanya tetap ada dalam keadaan sadar tanpa tubuh selama waktu antara kematian tubuh fisik dan kebangkitan tubuh. Manusia terdiri dua bagian yaitu yang bersifat materi dan non materi. Pada saat kematian, yang materi akan mati dan kembali ke tanah yang merupakan asalnya, sementara yang non materi akan tetap hidup karena yang nonmateri itu bersifat kekal adanya.

Tempat Keberadaan Jiwa
Menurut ajaran Katholik, orang percaya yang belum mengalami penyucian atau yang masih hidup di dalam dosa, pada saat mereka meninggal, mereka harus masuk ke dalam purgatory, untuk dibersihkan. Tempat ini adalah tempat pembersihan atau penghukuman sementara terhadap orang-orang yang melakukan perbuatan dosa. Lamanya hukuman bergantung kepada kejahatan mereka. Jika dosanya tidak banyak, maka ia tidak akan lama tinggal di dalam api penyucian ini. Sebaliknya, jika dosanya banyak, maka orang yang dihukum itu akan tinggal lama di dalam api penyucian ini. Agar seseorang tidak tinggal lama di dalam purgatory, maka keluarganya yang masih hidup harus terus berdoa untuk mereka dan melakukan banyak korban persembahan. Selama apapun seseorang berada di purgatory ini, tidak akan melewati masa kedatangan Yesus yang kedua kali. Maksudnya, pada saat kebangkitan itu akan terjadi, semua orang yang menjalani hukuman di purgatory sudah selesai menjalani hukumannya, sehingga mereka boleh masuk ke dalam sorga bersamaYesus. Pemahaman ini didasarkan pada 2 Maccabes bab 12:39-45.

Berkaitan dengan pandangan Kristen beberapa bagian Alkitab yang dapat menjadi acuan adalah sebagai berikut: Paulus dalam Filipi 1:23 berbicara tentang hal meninggalkan tubuh dan berdiam bersama dengan Allah, Lazarus berada di pangkuan Abraham (Luk. 16:23), serta Yesus sendiri memnberi jaminan kepada penjahat yang bertobat (Luk. 23:43). Ayat-ayat tersebut tidak mengajarkan bahwa pada saat kematian, seseorang langsung pergi ke “sorga,” tetapi yang dimaksud bersama dengan Allah disini adalah mengacu kepada tempat dimana kemuliaan Allah berada bersama-sama orang-orang benar yang sedang menikmati kebahagiaan. Beberapa kebenaran tentang perihal ini adalah:

1. Mereka berada di dalam Firdaus
Orang-orang benar yang tanpa tubuh jasmani itu berada di dalam Firdaus sambil menanti kedatangan Kristus kedua kali. Kata Firdaus adalah transliterasi dari kata Yunani Paradesos, yang oleh sebagian sarjana bahasa mengatakan bahwa kata ini berasal dari bahasa Persia, tetapi ada pula yang mengatakan bahwa bahwa kata ini berasal dari bahasa Aram. Menurut pemikiran di luar Alkitab, kata ini berarti sebuah kebun atau taman, suatu tempat yang indah dan penuh dengan kesenangan. Para penerjemah Septuaginta memakai kata ini untuk melukiskan taman Eden dalam kejadian 2:8. Menurut catatan tertua, kata ini dalam bahasa Yunani berarti taman. Di dalam Perjanjian Baru, kata ini muncul tiga kali, yaitu: Lukas 23:43; 2 Korintus 12:4 dan Wahyu 2:7. Ayat-ayat ini menunjukan bahwa Firdaus adalah tempat bersemayam. Firdaus bukanlah sorga dalam arti sesungguhnya, tetapi merupakan tempat kehadiran dan kemuliaan Allah juga berada.

2. Mereka hidup dan sadar
Orang-orang benar yang tak bertubuh itu dalam keadaan hidup dan sadar selama masa antara kematian dan kebangkitan. Melalui penyelidikan terhadap beberapa ayat dibawah ini, akan tampak bahwa orang yang sudah mati itu berada dalam keadaan sadar. Dalam Matius 22:32, Yesus mengatakan bahwa Allah itu adalah Allahnya orang yang hidup; Yohanes 11:26, Yesus mengatakan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan mati selama-lamanya.

3. Mereka sedang beristirahat dan melepaskan lelah
Pengertian ini di dasarkan kepada Wahyu 14:13, yang berbunyi: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”

4. Mereka dalam keadaan tidak berubah
Keadaan moral dan rohani seseorang setelah mati tidak akan berubah lagi. Perjanjian Baru tidak mengajarkan adanya kesempatan yang kedua setelah kematian, demikan juga tidak mengajarkan tentang adanya api penyucian yang dapat mengubah sifat rohani yang dimiliki seseorang pada saat meninggal. Ajaran ini memberikan suatu penolakan terakhir kepada ajaran tentang kesempatan kedua yang diajarkan di dalam ajaran Roma Katholik, maupun kepada penganut ajaran universalistist, yang berpendapat bahwa pada akhirnya semua oramg akan selamat karena kasih Allah cukup untuk menjangkau mereka.

Keadaan Jiwa Orang-orang Jahat
Seperti halnya keadaan orang-orang benar, demikian juga keadaan yang akan dialami oleh orang-orang jahat. Pernbedaannya adalah bahwa mereka terpisah dengan Allah (Luk. 16:23), yaitu terpisah dari berkat-berkat-Nya, serta ada dalam keadaan terhukum (Luk. 16:23; 1 Pet. 2:9; 3:19-20, dimana roh orang-orang yang telah mati terpenjara. Surat pertama Petrus 3:19-20, merupakan salah satu bagian Alkitab yang cukup sulit untuk di tafsirkan. Ada sebagian orang yang mengembangkan ayat ini sebagai alasan untuk mengajarkan konsep penginjilan terhadap orang mati, dimana orang mati dapat diinjili melalui perantaraan keluarganya yang masih hidup. Ada pula ahli-ahli tafsir yang memakai ayat-ayat ini sebagai pembuktian adanya kesempatan kedua yang diberikan kepada orang mati, yaitu pada saat Kristus pergi ke penjara untuk memberitakan Injil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: